Jumat, 24 Februari 2012

PENDEKATAN AGAMA DAN PERAN ORANG TUA SEBAGAI SARANA FILTERISASI PENGARUH BURUK MODERNISASI, TEKNOLOGI DAN INFORMASI BAGI GENERASI MUDA


PENDEKATAN AGAMA DAN PERAN ORANG TUA SEBAGAI SARANA FILTERISASI PENGARUH BURUK MODERNISASI, TEKNOLOGI DAN INFORMASI BAGI GENERASI MUDA
Drs. Mujahid (Kabag Kesra dan Kemas Kab. Kediri)

Perkembangan teknologi, informasi serta globalisasi dewasa  ini telah merubah beberapa pola dan perilaku masyarakat khususnya generasi muda. Dimana begitu banyak akses-akses informasi yang terbuka lebar, baik melalui berbagai media massa maupun elektronik, juga perkembangan teknologi yang sedemikian pesat sehingga sangat memudahkan kita dalam mengakses berbagai sumber informasi. Hal ini merupakan sebuah keuntungan besar dalam peningkatan pengetahuan di era modernisasi.
Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat juga tanpa kita sadari telah merenggut beberapa kebudayaan, etika, moral dan perilaku bangsa bahkan para pemuda dan anak-anak yang masih sangat labil ikut terimbas oleh laju arus globalisasi, modernisasi dan akses informasi yang sedemikian pesat. Untuk itu sangatlah penting suatu pemahaman kepada para generasi muda untuk membentengi diri dari seluruh pengaruh buruk globalisasi, modernisasi dan akses informasi yang dapat dikategorikan dapat menyesatkan generasi muda kita dan pendekatan paling utama adalah melalui pendekatan agama dan kualitas hubungan dengan orang terdekat khususnya keluarga.
Di era globalisasi dimana seluruh akses, baik jarak, waktu dan lain sebagainya sudah tidak lagi terasa. Berbagai kemudahan dapat kita rasakan di era modernisasi saat ini, tiap orang pun tidak diperlukan bertemu muka secara langsung untuk berkomunikasi, akan tetapi seluruh kemudahan tersebut juga menimbulkan suatu kekurangan diantaranya semakin terbukanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti maraknya transaksi narkoba, maraknya pornografi dan pornoaksi dan lain sebagainya. Untuk itu sangatlah diperlukan pondasi agama yang kuat dan peranan orang tua dalam mendidik generasi muda melalui pendekatan agama mutlak sangat diperlukan.
Untuk mengatasi, mengurangi pengaruh negatif dari perkembangan perkembangan teknologi, informasi dan modernisasi bagi generasi muda antara lain :
1.  Penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini pada anak akan membantu mengokohkan pondasi pada anak, sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya dampak negatif yang muncul akibat pengaruh dari era globalisasi tersebut. sebab, pondasi agama sangat dibutuhkan untuk menjadikan filter dari pengaruh globalisasi ini sehingga diharapkan nantinya akan menyerap hal-hal yang baik dan tidak mengurangi rasa cinta terhadap bangsa serta tidak melanggar kaidah-kaidah agama tersebut.
2.  Membiasakan diri dalam berbagai kehidupan sosial kemasyarakatan adalah dengan mengedepankan nilai-nilai aqidah akhlak sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadist;
3.  Memberikan informasi yang jelas dan aturan yang ketat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan  telekomunikasi;
4.  Peranan orang tua dan lingkungan terdekat pemuda dalam memilih acara, teknologi dan informasi yang tepat;
5.  Peranan orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak dalam pemanfataan teknologi informasi sesuai kebutuhan dan hanya sebagai sarana pembelajaran dan pendukung kegiatan belajar mangajar;
6.  Untuk meghindari salah pergaulan, anak harus diarahkan untuk pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak dan orang tua juga diharuskan untuk mengenal dan mengetahui dengan siapa anak-anaknya berteman, karena pengeruh tercepat untuk hal positif maupun negatif adalah dari pertemanan;
7.  Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.
8.  Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Dewasa ini, orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
9.  Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh.

0 komentar:

Poskan Komentar